Menteri Erick Bikin Gemes

239 views

 

Oleh : Deni Haddad

 

Akhir-akhir ini kinerja Menteri Badan Urusan Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, banyak sekali menuai pro kontra, bahkan banyak pihak menuai protes terhadap kinerja Menteri Erick.

Tak ayal kinerja tersebut menuai protes keras dari kalangan masyarakat termasuk saya. Dengan dipilihnya Emir Moeis sebagai komisaris PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) beberapa bulan yang lalu, hal tersebut membuat saya gemes dengan kinerja manteri Erick.

Sebagaimana diketahui, Emir Moeis merupakan narapidana koruptor yang menerima suap terkait proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Tarahan, Lampung saat menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI dengan kerugian Negara mencapai miliaran rupiah.

Sebetulnya tak ada aturan yang melarang terkait pengangkatan itu, namun saja dari ratusan juta penduduk Indonesia apakah tidak ada satupun putra dan putri terbaik Indonesia yang bisa dipilih mengisi posisi komisaris tersebut, selain mantan Napi Koruptur macam Emir Moeis, makin lucu memang.

Saya mempertanyakan apakah Menteri BUMN dan staf-staf ahli di Kementerian BUMN itu tidak bisa mengintervensi posisi komisaris tersebut, atau bisa juga Menteri Erick tidak tahu sekali tentang sosok koruptor Emir Moeis itu, hal seperti ini susah memang untuk dipahami di mana teknologi pada kondisi yang sudah serba canggih saat ini, tentu ada saja jejak digital dan sebagainya yang menjadi referensi sebelum diangkat menjadi komisaris di PT PIM tersebut, lucu memang, jadi makin gemes.

Atau bisa juga Menteri Erick pernah dengar ujaran salah seorang politikus bahwa korupsi itu adalah “Olinya Pembangunan” mungkin hal itu menjadi referensi menteri ini, makin gemes aja kan saya kalau itu menjadi tolok ukurnya.

Kondisi negara kita pada saat ini sedang prihatin, di mana-mana sedang berkeluh kesah akibat pandemi COVID-19, semua berjibaku memerangi virus corona dan sampai saat ini belum diketahui obatnya apa, Lah dalah para pembantu presiden malah membuat kebijakan-kebijakan yang membuat seluruh masyarakat tambah sakit pada kondisi saat ini, mbok ya ikut prihatin juga minimal jangan membuat blunder kebijakan yang pada akhirnya masyarakat menyalahkan presiden Joko Widodo.

Belum terlambat memang jika menteri Erick segera mengganti posisi tersebut dengan orang lain yang lebih profesional dan proporsional guna membantu kinerja PT PIM ke depan, sehingga lebih maju lagi dari pada sekarang, selain itu membantu menteri BUMN dalam pencapaian sesuai keinginan rakyat Indonesia. Tabik Pak Menteri.

 

author